rkakung77, 13 July 2020 Permainan Tradisional “Bas-Basan” dengan Ecobrick di RTHP Taman Kadipaten
berita

Anak milenial atau anak jaman now pasti asing mendengar permainan “Bas-basan”. Bas-basan merupakan permainan tradisional yang menggunakan bidang petak-petak semacam papan catur, dan ada yang menyebut dengan nama “Dham dhaman”. Petak-petak dibagi menjadi tiga ruang, dua ruang puncak, dan satu ruang badan. Ruang itu dianggap sebagai daerah kekuasaaan. Tiap daerah kekuasaan tersebut dihuni oleh satu kelompok, yang terdiri dari 20 prajurit atau kurang. Pada dasarnya dalam permainan ini prajurit diibaratkan dengan biji sawo (kecik) dan biji asam/klungsu, (sumber : https://budaya.jogjaprov.go.id/).

Permainan tradisional Bas basan yang sudah jarang dimainkan ini, dapat kembali dimainkan dengan wajah baru. Pemeran prajurit yang biasanya menggunakan biji-bijian dapat diganti dengan “Ecobrick” yang dapat dilakukan di RTHP Taman Kadipaten. Ecobrick atau bisa disebut bata ramah lingkungan yang merupakan salah satu produk hasil olahan sampah yang dapat membantu mengurangi sampah plastik. Dengan Ecobrick, sampah-sampah plastik akan tersimpan terjaga di dalam botol sehingga tidak perlu dibakar, menggunung, atau tertimbun. Ecobrick menjaga bahan-bahan plastik melepaskan CO2 yang pada akhirnya akan menyumbang pemanasan global. (sumber : https://zerowaste.id/manajemen-sampah/Ecobricks/). Ecobrick yang dibuat sebagai alat permainan juga dapat berfungsi sebagai meja, kursi, dan bahan material karena memiliki sifat yang awet, tahan air, dan kuat.

Untuk bidang petak-petak semacam papan catur di gambar di lapangan badminton yang ada dengan menggunakan cat warna yang berbeda. Sebuah permainan tradisional sederhana, yang membentuk bidang petak-petak semacam papan catur dimainkan dengan masing-masing prajurit bergerak maju untuk menyerang daerah lawan, dengan arah jalan ke depan, ke kanan, dan ke kiri, tidak boleh bergerak mundur. Cara membunuh prajurit lawan dengan melompatinya kemudian menempati tempat yang kosong. Prajurit yang dilompati berarti mati dan dikeluarkan dari daerah permainan. Bila salah satu kubu prajuritnya habis, berarti kalah. Bila salah satu prajurit bisa menyusup masuk sampai ke daerah puncak lawan, berarti dia menjadi raja, dan kubunya sudah bisa dianggap menang, (Sumber : https://budaya.jogjaprov.go.id/).

Permainan tradisional Bas basan dapat dimainkan oleh semua kalangan usia, tidak hanya anak-anak, orang tua juga dapat memanfaatkan Ecobrick sebagai alat olahraga sekaligus bermain dengan cara mengangkatnya sehingga terjadi peregangan pada otot-otot tubuh. Permainan seperti Bas basan merupakan permainan yang dapat mengasah otak dan membantu dalam perkembangan pada anak. Anak akan terlatih untuk berpikir, teliti, inisiatif dalam pengambilan langkah serta membuat strategi dalam “team work”. Anak-anak sangat antusias pada permainan yang bernama Bas basan. Diketahui permainan Bas basan merupakan permainan yang sudah lama dan kini sudah mulai terlupakan. Penggunaan Ecobrick merupakan salah satu upaya mengenalkan ke masyarakat terutama anak anak dalam pengolahan atau menggunakan kembali sampah yang sulit diuraikan. Permainan tradisional Bas basan dengan Ecobrick ini dapat ditemui dimainkan oleh warga masyarakat kampung Kadipaten Kulon, RT 17, RW 05, Kelurahan adipaten, Kecamatan Kraton di RTHP (Ruang Terbuka Hijau Publik) Taman Kadipaten. Selama masa pandemi ini permainan Bas basan di RTHP Taman Kadipaten dapat dijalankan dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan COVID-19.

Seperti halnya fungsi dari RTHP yang berorientasi pada sifat publik, RTHP Taman Kadipaten menjadi sarana terjadinya interaksi sosial bagi masyarakat sekitar Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Interaksi sosial yang terjadi melibatkan anak-anak, remaja, pemuda hingga orang tua. RTHP ini menjadi tempat bertemunya anak-anak yang kini sudah jarang ditemui untuk bermain bersama di kawasan yang padat penduduknya seperti di Kampung Kadipaten Kulon. Dengan adanya RTHP Taman Kadipaten selain sebagai fungsi ekologi dengan segala fasilitas yang ada diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik oleh masyarakat sekitar untuk nguri uri budaya Jawa salah satunya  dengan permainan tradisional Bas basan.

(Tim Seksi Pengelolaan RTHP, Bidang RTHP, DLH Kota Yogyakarta)

Berita RTHP lingkungan hidup Pengelolaan Persampahan Pengelolaan RTHP DLH Kota Yogyakarta Taman Taman Kadipaten Keanekaragaman Hayati COVID-19 permainan tradisional Bas basan Dham dhaman Ecobrick
Lokasi Kantor
Search
Statistik Pengunjung
Hari Ini 79 Kemarin 361 Bulan Ini 7,277 Tahun Ini 204,284 Total Pengunjung 530,376
Agenda Rapat Hari Ini

Maaf, belum ada agenda rapat untuk saat ini

Video Youtube
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kota Jogja


IKLH Tahun
IKLH
Kualitas Udara
Kualitas Air Sungai
Kualitas Tutupan Hutan
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)
Kota Yogyakarta

BAIK : 0-50
SEDANG : 51-100
TIDAK SEHAT : 101-199
SANGAT TIDAK SEHAT : 200-299
BERBAHAYA : > 300

Kosentrasi PM 2.5 per Jam

Link Terkait