Sebuah peta interaktif berbasis web yang menampilkan lokasi titik penjemputan ember sampah organik resmi diluncurkan dan dapat diakses secara publik melalui platform GitHub (Klik disini untuk membuka peta), Minggu (15/9/2026) oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang Bersama DLH Kota Yogyakarta. Inovasi ini dikembangkan untuk mempermudah warga menemukan titik terdekat dalam menyetorkan sampah organik rumah tangga mereka.
Peta tersebut dibangun menggunakan pemetaan digital yang memungkinkan pengguna melihat titik penjemputan, lokasi kemantren, lokasi kelurahan, serta sharelocation yang terhubung dengan maps.
Pengembangan peta ini dilakukan sejak beberapa pekan terakhir dan kini telah diunggah ke repositori publik agar dapat digunakan maupun dikembangkan lebih lanjut oleh komunitas lain yang memiliki kebutuhan serupa. Peta dapat diakses langsung melalui browser tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan, sehingga memudahkan warga dari berbagai kalangan usia untuk menggunakannya.
Peta interaktif ini dinilai relevan dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, karena berkontribusi pada pengelolaan limbah perkotaan yang lebih baik.