Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta menggelar audiensi pengolahan sampah pada Rabu, 19 Agustus 2026. audiensi dilakukan besama Rumah Tahanan (Rutan) Yogyakarta dengan topik pembahasan mengenai inovasi pengolahan sampah yang telah diterapkan di lingkungan Rutan, yaitu penggunaan mesin insinerator dan metode pirolisis.
Dalam pemaparannya, Rutan Yogyakarta menjelaskan penggunaan insinerator dan metode pirolisis untuk mengolah sampah. Hasil residu dari proses tersebut dijadikan pupuk yang dicampur dengan sekam dan EM4. Selain itu, partikel yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan. Insinerator dan pirolisis ini telah dijalankan selama 3 bulan dengan capaian pengolahan sampah menuju target zero waste di lingkungan Rutan Yogyakarta.
Untuk memastikan kegiatan pengolahan sampah tersebut tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, DLH Kota Yogyakarta berencana melakukan pengujian kualitas lingkungan. Pengujian yang direncanakan meliputi parameter CO, SO, kebauan, dan kebisingan. Hasil pengujian tersebut nantinya akan menjadi dasar evaluasi dan pelaporan kegiatan pengolahan sampah.
Melalui audiensi ini, diharapkan inovasi pengolahan sampah dengan insinerator dan pirolisis yang telah dijalankan Rutan Yogyakarta dapat terus dikembangkan. Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya memperhatikan aspek efisiensi pengolahan, tetapi juga kualitas lingkungan, keamanan hasil pengolahan, serta potensi nilai ekonomis dari produk yang bisa dihasilkan.