28-29 Juli 2026. Kegiatan dua hari hasil kolaborasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini diikuti oleh 82 ASN perwakilan dari 62 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka disiapkan menjadi agen perubahan (agent of change) sekaligus motivator gerakan pengelolaan sampah mandiri.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, S.E., M.Si., bersama laporan penyelengaraan dari Sekretaris DLH Kota Yogyakarta, Ahmad Haryoko, S.E., M.Si.
Ahmad Haryoko menekankan bahwa kunci penanganan persampahan berada di tingkat hulu (sumber sampah), terutama pada jenis sampah organik yang sering menimbulkan dampak lingkungan. Peserta dibekali pemahaman teknis mulai dari pemilahan sampah organik (basah dan kering), anorganik, hingga residu, serta pengenalan konsep sirkular ekonomi dan waste-to-energy.
Sementara itu, Sekda Budi Santosa menegaskan pentingnya keteladanan ASN. Memilah sampah memang membutuhkan ketelatenan dan pembiasaan. Namun, jika para ASN mampu memberi contoh nyata di lingkungan kerja maupun rumah tangga, perilaku tersebut akan bertransformasi menjadi budaya di tengah masyarakat. Sekda juga mengingatkan agar semangat ini diimbangi dengan kualitas pelayanan publik yang komunikatif, santun, dan solutif.