[Press Release Lareplay]
Yogyakarta, 23 Mei 2026 - Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) tidak hanya berfungsi sebagai elemen penting dalam menjaga keseimbangan ekologi kota, tetapi juga memiliki peran sosial yang strategis bagi warganya. Hal ini kembali dibuktikan melalui penyelenggaraan kegiatan "Main Bareng Lareplay #5: Petualangan Batik dan Warna Nusantara" yang berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, di RTHP Gunungketur, Kota Yogyakarta.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lareplay, sebuah gerakan sosial yang berfokus pada advokasi hak anak untuk mendapatkan ruang bermain yang gratis, aman, dan inklusif. Sebanyak 68 anak beserta pendamping hadir dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.30 hingga 10.00 WIB. Kegiatan ini merupakan seri kelima dari rangkaian besar Main Bareng Lareplay: Seni & Budaya 2026–2027 yang akan berlangsung hingga Januari 2027 mendatang.
RTHP sebagai Ruang Bermain Sekaligus Ruang Belajar
Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta melalui Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik terus mendorong pemanfaatan RTHP secara optimal, tidak hanya sebagai ruang hijau pasif, tetapi juga sebagai arena aktivitas edukatif dan sosial yang bermakna bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Kegiatan Main Bareng Lareplay #5 menjadi salah satu wujud nyata dari upaya tersebut.
Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Andityo Bagus Baskoro, Kepala Bidang RTHP Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, yang turut mengayunkan bendera sebagai tanda dimulainya sesi Jelajah Kampung. Kehadiran perwakilan DLH Kota Yogyakarta dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mendukung inisiatif komunitas yang sejalan dengan visi kota ramah anak.
Jelajah Kampung: Mengenal Batik dari Sumbernya
Salah satu aktivitas utama dalam kegiatan ini adalah Jelajah Kampung yang mengajak peserta menyusuri dua pos utama. Pos pertama membawa anak-anak mengunjungi Sentra Batik Pendhopo Kencono untuk mengenal secara langsung proses pembuatan batik, filosofi motif, dan kekayaan warna yang terkandung di dalamnya. Pos kedua mengajak peserta kembali ke area RTHP untuk mencoba membuat ecopaint menggunakan bahan-bahan alami yang tersedia di lingkungan sekitar. Melalui aktivitas ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang warisan budaya, tetapi juga diajarkan untuk melihat alam di sekitar mereka.
Workshop Mewarnai dan Dongeng Interaktif
Memasuki sesi workshop, peserta mengikuti kegiatan mewarnai bersama Artclass Cikgu Indonesia. Dengan panduan dari para fasilitator, anak-anak menuangkan imajinasi mereka ke atas kertas dalam nuansa motif batik Nusantara. Sesi ini ditutup dengan momen foto bersama, di mana setiap anak berdiri bangga memegang karya mereka sendiri sebuah dokumentasi sederhana namun bermakna bahwa setiap anak mampu menghasilkan karya seni yang nyata.
Kegiatan dilanjutkan dengan Dongeng Interaktif bersama Kak Fauzi, yang menghadirkan suasana ceria melalui cerita yang dinamis. Sesi ini berhasil mempertahankan antusiasme peserta hingga akhir acara.
Bazar UMKM: Menggerakkan Ekosistem Ekonomi Lokal
Selain kegiatan edukatif untuk anak, RTHP Gunungketur pada hari tersebut juga difungsikan sebagai ruang ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Bazar UMKM. Kehadiran pelaku usaha lokal memberikan kesempatan interaksi langsung dengan peserta dan orang tua yang hadir, memperkuat fungsi RTHP sebagai ruang yang multifungsi dan hidup bagi komunitas sekitarnya.
Kolaborasi sebagai Kunci Keberhasilan
Keberhasilan Main Bareng Lareplay #5 tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Kegiatan ini didukung oleh sejumlah sponsor dan mitra, yaitu Padepokan ASA, Larestory, Moon Art Studio, Koalakiddie, Kelana Kids, Koma, Artclass Cikgu, dan Ayam Yang, serta Y2F Media selaku media partner.
"Kami ingin anak-anak Yogyakarta tumbuh bukan hanya sebagai generasi yang pintar secara akademik, tetapi juga generasi yang bangga dan mencintai warisan budayanya sendiri. Dan kami percaya, cara terbaik untuk menanamkan itu adalah lewat bermain dan berkarya langsung," ungkap Lisa, Project Manager Main Bareng Lareplay #5.
RTHP Gunungketur sebagai Model Pemanfaatan Ruang Publik
Kegiatan Main Bareng Lareplay #5 menjadi bukti bahwa RTHP dapat dioptimalkan jauh melampaui fungsinya sebagai ruang hijau semata. Dengan pengelolaan yang kolaboratif antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta, RTHP dapat hadir sebagai ruang bermain, ruang belajar, ruang budaya, sekaligus ruang ekonomi yang hidup dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta terus membuka ruang bagi komunitas dan gerakan sosial untuk bersama-sama mengoptimalkan fungsi RTHP demi mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai kota yang ramah anak, ramah lingkungan, dan ramah budaya.
