YOGYAKARTA – Kota Yogyakarta terus berbenah dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kenyamanan warganya melalui optimalisasi Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP). Berdasarkan laporan inventarisasi terbaru hasil kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Bidang RTHP dengan 2 orang mahasiswi Teknik Lingkungan UPN "Veteran" Yogyakarta, sebanyak 66 titik RTHP yang tersebar di 14 kecamatan menunjukkan kondisi vegetasi yang subur dan fasilitas yang semakin memadai.
Hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar RTHP di Yogyakarta kini telah menjadi paru-paru kota yang matang. Vegetasi didominasi oleh pohon peneduh berkanopi lebar seperti Mangga (Mangifera indica), Ketapang Kencana (Terminalia mantaly), dan Beringin (Ficus benjamina) yang efektif dalam mengendalikan iklim mikro dan memberikan keteduhan bagi aktivitas masyarakat. Di beberapa wilayah seperti Kecamatan Gondokusuman, karakter ruang hijau bahkan dinilai sangat kuat secara struktural dengan pepohonan besar yang terjaga dengan baik.

Selain kekayaan hayati, laporan tersebut menyoroti ketersediaan fasilitas penunjang yang variatif dan bermanfaat langsung bagi warga:
Meskipun laporan mencatat perlunya peningkatan pemeliharaan rutin—seperti pengecatan ulang fasilitas dan optimalisasi pengelolaan sampah di beberapa titik—hal ini dipandang sebagai peluang besar untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Rekomendasi utama dalam laporan ini mendorong adanya standarisasi fasilitas di seluruh wilayah agar setiap warga Yogyakarta dapat menikmati kualitas ruang terbuka yang setara.
Melalui hasil inventarisasi ini, Ruang Terbuka Hijau Publik di Yogyakarta bukan sekadar lahan sisa, melainkan investasi strategis bagi kesehatan lingkungan dan kebahagiaan masyarakat di masa depan. Dengan sinergi yang terus terbangun, Yogyakarta semakin mantap mewujudkan kota yang lebih hijau, nyaman, dan berkelanjutan. (kkg)