admin, 10 February 2026 RTHP sebagai Ruang Konservasi Keanekaragaman Hayati Perkotaan
berita

Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) tidak hanya berfungsi sebagai ruang rekreasi, peneduh, dan estetika kota, tetapi juga memiliki peran penting sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati di lingkungan perkotaan. Di tengah keterbatasan lahan dan tingginya tekanan pembangunan, keberadaan vegetasi lokal dan endemik di RTHP menjadi upaya konservasi secara ex-situ, yaitu pelestarian jenis tumbuhan di luar habitat alaminya agar tetap lestari dan dikenal masyarakat.

Konservasi keanekaragaman hayati di perkotaan penting dilakukan karena beberapa alasan. Pertama, menjaga keberadaan jenis-jenis tanaman lokal agar tidak hilang dari lanskap kota. Kedua, menyediakan habitat bagi burung, serangga penyerbuk, dan satwa kecil yang berperan dalam keseimbangan ekosistem. Ketiga, mendukung kualitas lingkungan melalui fungsi peneduh, penyerapan polutan, serta pengatur iklim mikro. Selain itu, keberadaan pohon-pohon lokal dan endemik juga memperkuat identitas vegetasi daerah dan menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Di berbagai RTHP Kota Yogyakarta, terdapat sejumlah jenis pohon lokal dan endemik Nusantara yang ditanam dan dipelihara sebagai bagian dari upaya konservasi tersebut, antara lain:

  1. Gayam (Inocarpus fagifer)
    Gayam merupakan pohon lokal Nusantara yang berperan sebagai peneduh alami dengan tajuk rindang serta membantu menjaga kelembapan tanah dan kualitas lingkungan. Buahnya dapat menjadi sumber pakan bagi satwa, sehingga keberadaannya mendukung rantai makanan dan keseimbangan ekosistem perkotaan. Pohon ini dapat ditemukan di RTHP Taman Kehati Demangan, Gajahwong Edupark, RTHP Kel. Tegalrejo, RTHP Taman Flamboyan Kricak, RTHP Taman Jatimulyo, 

  2. Keben (Barringtonia asiatica)
    Keben memiliki kanopi lebar dan bunga yang menarik bagi serangga penyerbuk, sehingga berperan dalam menjaga proses penyerbukan di kawasan kota. Selain memberikan keteduhan, pohon ini juga membantu menyerap polutan udara dan mendukung keberadaan fauna kecil di sekitarnya.  Pohon ini dapat ditemukan di  Gajahwong Edupark,  RTHP Kel. Tegalrejo, RTHP Taman Jatimulyo, 

  3. Kepel (Stelechocarpus burahol)
    Kepel merupakan pohon khas Jawa yang memiliki nilai sejarah dan budaya, khususnya di lingkungan Yogyakarta dan keraton. Pohon ini dapat ditemukan di RTHP Taman Bumen, RTHP Kel. Ngupasan, RTHP Taman Gendeng Baciro, RTHP Kel. Suryatmajan, RTHP Kel. Pakuncen, RTHP Taman Widuri

  4. Matoa (Pometia pinnata)
    Matoa adalah pohon buah asli Indonesia yang memberikan keteduhan melalui tajuknya serta menyediakan pakan bagi burung dan satwa kecil.  Pohon ini dapat ditemukan di RTHP Kel. Mantrijeron, Gajahwong Edupark, RTHP Taman Flamboyan Kricak,  

  5. Mundu (Garcinia dulcis)
    Mundu merupakan pohon buah lokal yang kini relatif jarang dijumpai di kawasan perkotaan sehingga penanamannya menjadi bagian dari upaya pelestarian jenis. Buah dan tajuknya mendukung ekosistem taman dengan menyediakan pakan satwa serta membantu menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk.  Pohon ini dapat ditemukan di  Gajahwong Edupark

  6. Pulai (Alstonia scholaris)
    Pulai dikenal sebagai pohon peneduh dengan batang tinggi dan tajuk lebar yang efektif menyerap polutan udara. Pohon ini juga menyediakan tempat bertengger dan bersarang bagi burung, sehingga mendukung keberadaan fauna di ekosistem perkotaan. Pulai dapat ditemukan di RTHP Kel. Gedongkiwo, RTHP Kel. Cokrodiningratan, RTHP Kel. Bumijo 2, RTHP Taman Kehati Demangan, RTHP Kel. Klitren, RTHP Taman Kepuh, RTHP Taman Kantil, RTHP Sorosutan 3, RTHP Taman Wifi Pandeyan, RTHP Kel. Warungboto, Gajahwong Edupark, RTHP Kel. Tegalrejo, RTHP Taman Jatimulyo, RTHP Kel. Tegalpanggung, RTHP Pakuncen RW 04, RTHP Taman Wirobrojo Jopraban, RTHP Taman Widuri

  7. Sawo kecik (Manilkara kauki)
    Sawo kecik memiliki nilai filosofi dalam budaya Jawa sebagai simbol kebaikan dan keteduhan serta banyak ditanam di ruang publik tradisional. Selain bernilai budaya, pohon ini berfungsi sebagai peneduh dan penyedia pakan bagi satwa kecil di kawasan taman kota.  Pohon ini dapat ditemukan di  Gajahwong Edupark

  8. Tampenis (Mimusops elengi)
    Tampenis memiliki bunga harum yang menarik serangga penyerbuk sehingga berperan dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati perkotaan. Tajuknya yang rindang juga membantu memperbaiki kualitas udara dan kenyamanan iklim mikro di lingkungan taman.  Pohon ini dapat ditemukan Gajahwong Edupark,

  9. Tanjung (Mimusops elengi)
    Tanjung merupakan pohon peneduh yang umum ditanam di ruang publik karena tajuknya rapat dan adaptif terhadap lingkungan kota. Bunganya yang harum mendukung keberadaan serangga penyerbuk, sementara keberadaannya membantu menjaga keseimbangan ekosistem taman kota.  Pohon ini dapat ditemukan di RTHP Kel. Demangan, Gajahwong Edupark

Melalui penanaman dan pemeliharaan pohon-pohon lokal dan endemik tersebut, RTHP berperan sebagai kantong konservasi keanekaragaman hayati di tengah kota. Upaya ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan jenis-jenis tanaman lokal, mendukung keseimbangan ekosistem perkotaan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan.

Berita
Forum Bank Sampah
Lokasi Kantor
Search
Statistik Pengunjung
Hari Ini 1,377 Kemarin 1,518 Bulan Ini 22,517 Tahun Ini 164,168 Total Pengunjung 2,289,015
Polling
Hasil Polling
Sangat Bermanfaat46.63%
Cukup Bermanfaat9.29%
Bermanfaat4.74%
Kurang Bermanfaat16.76%
Agenda Rapat Hari Ini
Wednesday / 20 May 2026
08:30 ~ 13:00
ADIPURA DINAS LINGKUNGAN HIDUP ( LANTAI 4 )

Wednesday / 20 May 2026
08:30 ~ 12:00
KEHATI DINAS LINGKUNGAN HIDUP ( LANTAI 2 )

Wednesday / 20 May 2026
09:00 ~ 11:30
KALPATARU DINAS LINGKUNGAN HIDUP ( LANTAI 1 )

Wednesday / 20 May 2026
12:30 ~ 15:00
KALPATARU DINAS LINGKUNGAN HIDUP ( LANTAI 1 )

Thursday / 21 May 2026
09:00 ~ 11:30
KEHATI DINAS LINGKUNGAN HIDUP ( LANTAI 2 )

Thursday / 21 May 2026
09:00 ~ 11:00
KALPATARU DINAS LINGKUNGAN HIDUP ( LANTAI 1 )

Thursday / 21 May 2026
12:00 ~ 15:00
FBS ( LANTAI 2 SAYAP BARAT)

Thursday / 21 May 2026
13:00 ~ 13:30
KALPATARU DINAS LINGKUNGAN HIDUP ( LANTAI 1 )




Tuesday / 26 May 2026
13:00 ~ 13:30
KEHATI DINAS LINGKUNGAN HIDUP ( LANTAI 2 )

Video Youtube

Link Terkait