RTHP Taman Pilahan yang terletak di Kelurahan Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta, bukan sekadar ruang terbuka hijau biasa. Taman ini dikenal sebagai salah satu titik konservasi mandiri bagi berbagai tanaman hias unik, salah satunya yang paling mencolok adalah Tanaman Simbar Menjangan yang sering disebut oleh masyarakat lokal atau lebih dikenal sebagai Tanduk Rusa (Platycerium) merupakan salah satu daya tarik botani yang sangat ikonik di Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP).
Di Taman Pilahan, tanaman tanduk rusa tumbuh subur dengan cara menempel pada batang-batang pohon perindang yang besar. Tanduk rusa sebagai tanaman epifit, ia tidak merusak pohon inangnya, melainkan hanya menumpang hidup untuk mendapatkan posisi yang lebih baik dalam menyerap sinar matahari.
Meskipun Kotagede merupakan kawasan padat penduduk, tanduk rusa di RTHP Taman Pilahan mampu bertahan hidup dengan baik. Tanaman ini efektif membantu menyerap polutan dan debu di sekitar area publik, sebagai penyaring udara alami menjadikan udara di RTHP Taman Pilahan terasa lebih segar bagi pengunjung. Keberadaan kelompok tanduk rusa yang rimbun membantu menjaga kelembapan di sekitar area pohon, sehingga area duduk di bawahnya terasa lebih sejuk.
Taman Pilahan dikelola dengan semangat gotong royong oleh warga Rejowinangun (yang juga dikenal sebagai Kampung Wisata Budaya). Tanaman tanduk rusa di sini dirawat secara berkala, memastikan pohon inangnya tetap sehat dan tanaman tidak tertutup oleh parasit lain yang merugikan.
Keberhasilan tanaman ini tumbuh besar di Taman Pilahan menunjukkan bahwa kualitas udara dan ekosistem di wilayah tersebut masih terjaga dengan baik. (kkg)