Yogyakarta, 18 Oktober 2025 - Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) tidak hanya berfungsi sebagai elemen penting dalam menjaga keseimbangan ekologi kota, tetapi juga memiliki peran sosial yang strategis bagi masyarakat. RTHP menjadi tempat masyarakat berinteraksi, beraktivitas, serta belajar mengenal nilai-nilai lingkungan secara langsung melalui pengalaman nyata di ruang terbuka.
Pemanfaatan fungsi ini tampak dalam kegiatan “Main Bareng Lareplay: Petualangan Pahlawan Hijau”, yang diselenggarakan pada Sabtu, 18 Oktober 2025 di Taman Bakung, Baciro, Kota Yogyakarta. Kegiatan yang diinisiasi oleh Lareplay, gerakan sosial yang bergerak di bidang edukasi dan advokasi hak anak atas ruang bermain, ini menghadirkan konsep pembelajaran lingkungan dengan cara yang inklusif, kreatif, dan menyenangkan.

Melalui aktivitas di taman, anak-anak diajak mengenali manfaat pohon, memahami pentingnya menjaga kebersihan dan keberlanjutan alam, serta belajar bereksplorasi di ruang terbuka secara aktif. RTHP dalam konteks ini berfungsi sebagai media edukatif yang memadukan aspek rekreasi, pembelajaran, dan pembangunan karakter peduli lingkungan.
Selain fungsi ekologisnya sebagai ruang hijau kota, Taman Bakung juga memperlihatkan fungsi sosial dan edukatif RTHP. Kegiatan seperti dongeng sains, edukasi kehutanan oleh peneliti BRIN, serta permainan tematik yang dipandu relawan komunitas menjadi contoh nyata bagaimana taman kota dapat bertransformasi menjadi ruang belajar hidup yang menghubungkan anak dengan alam.
Kolaborasi antara Lareplay, BRIN, Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, serta berbagai komunitas dan warga Baciro menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengoptimalkan fungsi ruang terbuka hijau publik. Melalui kegiatan ini, taman tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang sosial pembelajaran lingkungan yang membentuk generasi sadar ekologi sejak dini.
Dengan menghidupkan fungsi RTHP melalui kegiatan edukatif seperti ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari bahwa taman dan ruang terbuka hijau memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup kota — baik secara ekologis, sosial, maupun kultural.